Formasi dan Posisi Dalam Futsal

Dalam setiap cabang olahraga khususnya yang merupakan olahraga tim, pasti ada yang namanya pembagian posisi dan skema/formasi permainan. Pembagian posisi pemain dan penerapan formasi dan strategi ini sangat penting, sebab keberhasilan ditentukan oleh pola permainan dan kerjasama tim yang tersusun secara teratur.

Begitu pula hal nya dengan olahraga futsal. Olahraga yang memiliki konsep permainan tidak jauh berbeda dari sepakbola ini ternyata juga memiliki sistem formasi dan posisi pemain yang cukup mirip dengan sepakbola. Hanya saja dengan sedikit penyesuaian mengingat ukuran lapangan dan lama waktu permainan futsal yang sedikit berbeda.

Di Indonesia, demam futsal melanda cukup banyak kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan orang tua pun banyak yang memainkan olahraga yang satu ini. Namun ternyata masih banyak yang tidak memahami posisi dalam permainan futsal. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas sedikit tentang formasi dan posisi dalam futsal.

Posisi Utama Dalam Futsal

Pivot memiliki tugas penting dalam urusan mencetak gol

Pivot memiliki tugas penting dalam urusan mencetak gol

Meski memiliki konsep yang sama dengan sepakbola, futsal memiliki istilah tersendiri dalam menyebut beberapa posisi dalam permainannya. Dalam futsal, ada tiga yang menjadi posisi utama yaitu pivot, anchor dan juga flank. Berikut adalah penjelasan nya:

  • Pivot
    Pivot dalam futsal adalah nama lain dari targetman dalam sepakbola. Selain mencetak gol, mengalirkan bola kepada teman yang memiliki posisi bebas juga merupakan tugas pivot. Selain itu, seorang pivot juga harus mampu menjadi pemain pertama yang melakukan pressing atau marking dalam keadaan diserang oleh lawan.
  • Flank
    Flank adalah sebutan lain bagi pemain sayap dalam futsal. Flank merupakan motor sebuah tim dalam menyerang sekaligus bertahan. Tugas flank yaitu memberikan support bagi pivot dan membantu anchor menutup ruang gerak pemain lawan ketika sedang diserang. Karena itu pemain tengah dituntut untuk memiliki stamina yang kuat dan juga disiplin yang tinggi.
  • Anchor
    Stopper dalam futsal ini disebut juga anchor. Tugasnya yaitu menjadi menjadi orang terakhir di lini pertahanan sebelum kiper serta mematikan pivot lawan. Anchor seringkali menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya. Biasanya sosok anchor kerap kali menjadi otak permainan.

Formasi Andalan Dalam Futsal

Futsal memiliki formasi yang sedikit berbeda dengan sepakbola

Futsal memiliki formasi yang sedikit berbeda dengan sepakbola

Sama seperti sepakbola, futsal pun juga memiliki skema permainan. Bagi anda yang belum terlalu mendalami futsal namun telah mengetahui sepakbola pasti akrab dengan istilah 4-3-3, 4-4-2 dan sebagainya. Dalam futsal juga ada skema seperti ini, hanya saja dengan sedikit penyesuaian. Berikut adalah formasi yang kerap menjadi andalan tim futsal:

  • 2-2
    Ini merupakan skema/formasi paling klasik dalam futsal. Formasi 2-2 ini menempatkan 2 orang pemain sebagai pemain bertahan dan 2 di bagian penyerangan. Meskipun paling sederhana, strategi 2-2 ini dianggap sebagai salah satu formasi yang paling aman dan kokoh.
  • 3-1
    Formasi 3-1 digunakan untuk strategi bertahan. Dengan menempatkan tiga pemain belakang dan satu penyerang, skema ini menunggu lawan lengah dan frustasi untuk kemudian melancarkan serangan balik.
  • 2-1-1
    Skema permainan ini hampir mirip dengan skema 3-1, hanya saja dalam skema 2-1-1 menempatkan seorang pemain sedikit lebih maju ke tengah untuk mengatur ritme permainan. Sang pemain harus lah memiliki kemampuan menyerang dan bertahan yanng sama kuatnya.
  • 1-1-2
    Kebalikan dari formasi 2-1-1, formasi 1-1-2 ini merupakan formasi yang difokuskan untuk menyerang. Dengan hanya menyisakan seorang pemain bertahan, diharapkan gelombang serangan yang dibangun akan merepotkan tim lawan hingga tidak sempat menyerang.